Pemerintah Prancis juga menyatakan, krisis Irak ini merupakan "konsekuensi dramatis dari situasi di Suriah."
"Serangan yang dilancarkan kelompok teroris yang dikenal dengan nama Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), mengganggu persatuan Irak dan menimbulkan ancaman-ancaman baru bagi stabilitas dan keamanan seluruh wilayah," demikian statemen kepresidenan Prancis seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam statemen itu disebutkan, Prancis menyinggung tentang ketegangan yang telah berlangsung lama antara pemerintahan Syiah Irak dalam kepemimpinan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki dengan komunitas Sunni.
Ketegangan itu dianggap berperan dalam krisis yang terjadi di Irak saat ini. Prancis pun berharap agar semua bagian masyarakat Irak akan terlibat dalam dialog untuk secepatnya menerapkan pemerintahan persatuan nasional.
Pemerintah Prancis juga menuding Presiden Suriah Bashar al-Assad menggunakan kelompok-kelompok teroris di negaranya untuk melawan oposisi Suriah. Prancis pun mengajak semua negara "sahabat rakyat Suriah" untuk meningkatkan dan mengkoordinasi dukungan mereka untuk pasukan oposisi, yang kini tengah berperang melawan para militan ISIL. Prancis pun menyatakan siap berkontribusi untuk itu.
(ita/ita)










































