Obama: AS Kirim 300 Penasihat Militer ke Irak Untuk Lawan Militan Sunni

Obama: AS Kirim 300 Penasihat Militer ke Irak Untuk Lawan Militan Sunni

- detikNews
Jumat, 20 Jun 2014 02:05 WIB
Obama: AS Kirim 300 Penasihat Militer ke Irak Untuk Lawan Militan Sunni
Foto: Kevin Lamarque/Reuters
Washington, -

Presiden Amerika Serikat Barack Obama akhirnya memberikan pernyataan resminya terkait teror militan Sunni yang tengah menghantui Irak. Obama mengatakan akan mengirimkan 300 penasihat militernya untuk memberikan bantuan kepada pasukan Irak.
Β 
Seperti dilansir dari CNN, Jumat (20/6/2014), Obama menambahkan bahwa pasukan Amerika tidak akan bertempur, namun sebagai penasehat militer untuk Irak. Pernyataan Obama cukup menjelaskan bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan pasukannya ke Irak, namun bukan untuk turun ke medan pertempuran.

"Kami memberikan bantuan dalam bentuk penasihat militer untuk melakukan perlawanan terhadap teroris yang mengancam rakyat dan wilayah Irak, yang juga merupakan kepentingan Amerika," jelas Obama dalam pernyataan resminya kepada media di Gedung Putih, Washington, AS.

Obama mengatakan penasihat militer akan mendukung pasukan keamanan Irak dan menciptakan pusat-pusat operasi gabungan di Baghdad dan Irak utara untuk berbagi intelijen dan mengkoordinasikan perencanaan untuk menghadapi para pemberontak Sunni. Dia juga mengatakan bahwa pasukan militer AS telah meningkatkan pengumpulan intelijen atas Irak dalam beberapa hari terakhir dan siap untuk melakukan aksi militer apabila diperlukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Obama dalam pernyataanya juga mengatakan Menteri Luar Negeri John Kerry akan pergi ke Timur Tengah dan Eropa akhir pekan ini untuk memimpin upaya diplomatik untuk mempromosikan stabilitas di kawasan itu.

Amerika Serikat menginvasi Irak pada tahun 2003 untuk menggulingkan Presiden Saddam Hussein. Namun pada 2011 AS menarik pasukannya dari negara tersebut dan menyerahkan tanggung jawab keamanan kepada pemerintah Perdana Menteri Nuri al-Maliki. Akan tetapi Maliki malah menciptakan perpecahan hingga terjadinya pemberontakan.

Obama mengatakan pemerintah Irak harus mengambil langkah-langkah untuk menyembuhkan keretakan politik antara Sunni, Syiah dan Kurdi sebelum ia akan setuju untuk setiap aksi militer terhadap pemberontakan yang dipimpin oleh Negara Islam Irak dan Levant, atau ISIL, yang merupakan gabungan dari kelompok Al Qaeda.

Sejak teror militan Sunni terjadi di Irak, Obama telah dihadapkan pada tuntutan adanya strategi baru AS atas meningkatnya krisis di Irak. Gedung Putih bersikeras bahwa Obama tidak mengesampingkan permintaan Baghdad agar AS melancarkan serangan udara terhadap para militan. Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda akan dilakukannya kembali aksi militer di negeri itu setelah pasukan AS ditarik dari Irak belum lama ini.

Lanjut Obama, pemerintah AS telah membahas masalah ini dengan Maliki secara pribadi. Dia menambahkan, AS tidak memiliki kapasitas untuk memimpin Irak.

Amerika Serikat juga telah menerbangkan pesawat F-18 yang diluncurkan dari kapal USS George HW Bush ke Irak untuk melakukan pengawasan terhadap para pemberontak yang telah merebut beberapa wilayah di negara timur tengah tersebut, kata seorang pejabat AS, Kamis (19/6).

(rni/fjr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads