Presiden Amerika Serikat Barack Obama menegaskan bahwa otak pelaku penyerangan Benghazi di Libya yang terjadi pada tahun 2012 silam akan mendapatkan hukuman berat sesuai peradilan AS. Ahmed Abu Khatallah, pelaku penyerangan tersebut, baru saja ditangkap
"Kenyataan bahwa (Khatallah) kini dalam tahanan AS merupakan bukti upaya sungguh-sungguh dari militer kita, penegakan hukum, dan personel intelijen. Karena keberanian dan profesionalisme mereka, individu ini akan berhadapan hukuman berat sistem peradilan Amerika," kata Obama dalam pernyataannya seperti dilansir Reuters, Rabu (18/6/2014).
Obama mengungkapkan bahwa ia telah memberikan wewenang pada operasi di Libya pada Minggu (15/6). Dalam operasi itu, pasukan militer AS bekerja sama dengan aparat setempat menangkap Ahmed Abu Khatallah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyerangan di Benghazi, Libya pada 2012 menewaskan 4 orang warga negara AS termasuk Dubes AS dan menginisiasi badai politik di Washington. Seorang pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa Khatallah ditahan di atas sebuah kapal Amerika setelah ia ditangkap di pinggiran Benghazi dalam sebuah operasi yang dilakukan oleh pasukan operasi khusus AS.
Sekretaris Pers Pentagon Laksamana John Kirby menyebutkan bahwa tidak ada korban sipil dalam operasi dan semua personel AS yang terlibat dalam penangkapan itu aman meninggalkan Libya. Pentagon menolak untuk membahas rincian lebih lanjut dari operasi dan tidak jelas apakah ada korban non-sipil.
(imk/kha)











































