Presiden Barack Obama dalam pernyatannya mengungkapkan bahwa ia telah memberikan wewenang pada operasi di Libya pada Minggu (15/6). Dalam operasi itu, pasukan militer AS bekerja sama dengan aparat setempat menangkap Ahmed Abu Khatallah.
"Sejak serangan mematikan di fasilitas kami di Benghazi, saya telah membuat prioritas untuk menemukan dan membawa ke pengadilan mereka yang bertanggung jawab atas kematian empat orang Amerika Serikat yang berani," kata Obama seperti dilansir Reuters, Rabu (18/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Pers Pentagon Laksamana John Kirby menyebutkan bahwa tidak ada korban sipil dalam operasi dan semua personel AS yang terlibat dalam penangkapan itu aman meninggalkan Libya. Pentagon menolak untuk membahas rincian lebih lanjut dari operasi dan tidak jelas apakah ada korban non-sipil.
(imk/kha)











































