Meski Bermusuhan, AS Siap Kerjasama dengan Iran Tangani Krisis Irak

Meski Bermusuhan, AS Siap Kerjasama dengan Iran Tangani Krisis Irak

- detikNews
Selasa, 17 Jun 2014 07:26 WIB
Meski Bermusuhan, AS Siap Kerjasama dengan Iran Tangani Krisis Irak
Ilustrasi
Washington - Krisis Irak yang terus berlanjut mungkin akan memicu kerja sama dua negara yang selama ini bermusuhan. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan dirinya terbuka untuk bekerja sama dengan otoritas Iran, untuk mengatasi situasi krisis di Irak.

"Saya tidak akan mengesampingkan apapun yang bisa bersifat membangun," ujar Menlu Kerry kepada Yahoo News dan dilansir AFP, Senin (16/6/2014). Jawaban tersebut dilontarkan Kerry ketika ditanya apakah AS akan bekerja sama secara militer dengan Iran, yang merupakan sekutu Irak namun musuh AS.

Kendati demikian, Kerry menambahkan, AS akan menunggu tindakan otoritas Iran terlebih dahulu. "Mari kita lihat hal apakah yang bersedia atau tidak bersedia dilakukan oleh Iran sebelum kita mulai menyampaikan pernyataan apapun," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antara AS dengan Iran memang tidak memiliki hubungan diplomatik secara resmi. Namun perundingan antara pejabat AS dan Iran mengenai program nuklir Iran akan kembali digelar pekan ini di Wina, Austria.

Wakil Menlu AS, Bill Burns yang tengah bersama dengan delegasi AS di Austria, memberikan sinyal bahwa pembahasan terpisah mungkin akan dilakukan antara AS dengan Iran. Namun dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Menlu Kerry menyebut Presiden Barak Obama memeriksa setiap opsi yang ada bagi Irak, termasuk mengerahkan pesawat tak berawak.

Seminggu setelah kelompok militan Sunni yang tergabung dalam Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) berhasil menguasai Mosul, yang merupakan kota terbesar kedua di Irak, tentara setempat berupaya keras mempertahankan kota-kota yang hendak diduduki militan.

Pergerakan militan ISIL yang sangat agresif membuat pemimpin Irak dan juga otoritas AS terkejut. Hal ini juga memicu ketakutan akan munculnya perang sipil sektarian baru antara kaum Sunni dengan Syiah di negara tersebut.

"Ini merupakan tantangan bagi stabilitas wilayah tersebut. Ini jelas-jelas tantangan eksistensi bagi Irak sendiri. Ini merupakan kelompok teroris," jelas Menlu Kerry.

(nvc/mok)


Berita Terkait