Tiga hari sudah operasi perburuan tersebut dilakukan pasukan Israel. Dalam operasi yang dilancarkan Minggu, 15 Juni waktu setempat, pasukan Israel menahan 80 warga Palestina terkait hilangnya ketiga warga Israel itu. Sebagian besar dari mereka yang ditangkap adalah anggota Hamas. PM Netanyahu terang-terangan menyebut Hamas terlibat dalam penculikan tersebut.
"Mereka yang melakukan penculikan penculikan pemuda-pemuda kami adalah orang-orang Hamas -- Hamas yang sama yang telah membentuk pemerintahan bersatu dengan Abu Manzen, yang memiliki implikasi sangat serius," cetus Netanyahu mengenai Presiden Palestina Mahmud Abbas.
Ketiga remaja berusia belasan tahun itu, salah satunya juga pemegang paspor Amerika Serikat, merupakan pelajar di seminari-seminari Yahudi di Tepi Barat. Mereka dilaporkan diculik pada Kamis, 12 Juni malam lalu dari daerah antara Bethlehem dan Hebron.
Ketiganya diidentifikasi sebagai Gilad Shaer (16) dari kawasan pemukiman Talmon di dekat kota Ramallah, Naftali Frenkel (16) dari Nof Ayalon dan Eyal Ifrach (19) dari Elad, yang berada di wilayah Israel tengah.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengecam penculikan itu. Menurutnya, banyak indikasi yang mengarah ke keterlibatan Hamas dan Kerry mengingatkan bahwa Hamas "pernah menggunakan penculikan di masa lalu".
Media Israel memberitakan, polisi telah menerima telepon darurat pada 12 Juni, yang tampaknya dari salah satu dari ketiga remaja tersebut. Si penelepon mengatakan "kami telah diculik". Namun saat itu polisi tak langsung bertindak karena penelepon tidak jelas dan polisi menduga itu hanya lelucon.
(ita/ita)











































