Militer Kolaps Hadapi Militan, AS Sebut Pemimpin Irak Patut Disalahkan

Militer Kolaps Hadapi Militan, AS Sebut Pemimpin Irak Patut Disalahkan

- detikNews
Sabtu, 14 Jun 2014 15:21 WIB
Militer Kolaps Hadapi Militan, AS Sebut Pemimpin Irak Patut Disalahkan
Militan ISIL di Mosul (Reuters)
Washington - Pemimpin Irak dianggap gagal memperkuat dan mendukung militer negaranya dalam menghadapi militan sepeninggal tentara Amerika Serikat. Dana miliaran dolar AS yang dikucurkan untuk pelatihan dan perlengkapan militer seolah tak ada gunanya.

Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf juga menepis kritikan dari politikus Republik yang menyebut bahwa sisa-sisa tentara AS tentu dapat mencegah militer Irak kolaps dalam menghadapi serangan militan Sunni yang tergabung dalam Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL).

"Ketika kita meninggalkan Irak, setelah bertahun-tahun pengorbanan dan penggunaan uang wajib pajak Amerika, dan tentu tentara kita yang paling merasakan pengorbanan besar dibanding siapapun, pemerintah Irak memiliki sebuah kesempatan," terang Harf kepada wartawan setempat, seperti dilansir AFP, Sabtu (14/6/2014).

"Kami telah membantu angkatan bersenjata mereka. Kami telah membantu militer mereka. Kami telah membantu mereka berdiri sendiri dan membantu membangun kapasitas mereka, dan terus terang, mereka tidak memanfaatkan kesempatan itu," tegas Harf.

Menurut Harf, pemimpin Irak tidak mampu memperkuat militer yang ada. "Malah menciptakan iklim yang sarat kerawanan ketika menyangkut kohesi militer Irak," sebut Harf.

Militan ISIL berhasil menguasai kota Mosul, yang merupakan kota terbesar kedua di Irak serta kota Tikrit juga provinsi Nineveh dan bagian-bagian penting Kota Kirkuk. Kini, mereka dilaporkan tengah berusaha menduduki ibukota Baghdad.

Militer Irak yang dikerahkan ke sejumlah wilayah strategis gagal untuk menghentikan pergerakan militan ISIL tersebut. Beberapa personel militer bahkan melepas seragam mereka dan meninggalkan kendaraan serta posisi mereka, untuk melarikan diri dari militan yang menyerang mereka.

Hal ini tentunya sangat mengecewakan bagi otoritas AS, terlebih dana miliaran dollar AS telah dikucurkan untuk pelatihan militer Irak. "Angkatan bersenjata Irak telah membuktikan ketidakmampuannya untuk mempertahankan sejumlah kota, yang telah memungkinkan teroris untuk menguasai sebagian wilayah Irak," ujar Presiden Barack Obama.

AS menarik seluruh tentaranya yang ada di Irak pada tahun 2011 lalu, ketika pemimpin Irak menolak untuk menandatangi kesepakatan soal perlindungan hukum bagi tentara AS di wilayahnya.

(nvc/asp)


Berita Terkait