Separatis Pro-Rusia Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Beberapa Orang Tewas

Separatis Pro-Rusia Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Beberapa Orang Tewas

- detikNews
Sabtu, 14 Jun 2014 12:42 WIB
Separatis Pro-Rusia Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Beberapa Orang Tewas
Ilustrasi
Kiev - Situasi di Ukraina kembali memanas, setelah kelompok separatis pro-Rusia menembak jatuh pesawat militer Ukraina. Beberapa orang yang ada di dalam pesawat tersebut dilaporkan tewas.

"Teroris dengan sinis dan licik menembak dengan senapan mesin kaliber besar hingga mengenai pesawat Ilyushin-76 milik Angkatan Udara Ukraina yang membawa tentara dan hendak mendarat di bandara Lugansk," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Ukraina, seperti dilansir AFP, Sabtu (14/6/2014).

Pesawat jet dengan empat mesin tersebut juga membawa sejumlah peralatan dan logistik militer. Mengutip sumber dari Ukrainian Anti-Terror Operation pada militer Ukraina, CNN melaporkan ada sedikitnya 49 penumpang di dalam pesawat yang ditembak jatuh tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Pertahanan Ukraina menyampaikan bela sungkawa mendalam kepada keluarga tentara yang tewas dalam insiden ini. Namun sayangnya tidak disebutkan dengan jelas ada berapa jumlah korban tewas.

Namun televisi lokal, seperti dilansir Reuters, mengutip sumber yang menyebut korban tewas mencapai 30 orang. Belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Ukraina terkait serangan ini.

Lugansk yang dekat dengan perbatasan Rusia, merupakan salah satu kota utama di wilayah timur yang menjadi lokasi aksi kekerasan kelompok separatis pro-Rusia.

Kelompok separatis pro-Rusia di Lugansk memproklamirkan kemerdekaannya pada Mei lalu, dengan menyebut berdirinya 'Lugansk People's Republic'. Saat yang sama, wilayah tetangga mereka juga mengumumkan kemerdekaan dari Ukraina, dengan menyebut diri sebagai 'Donetsk People's Republic'.

Dua distrik yang ada di wilayah Ukraina bagian timur tersebut memang sejak lama menjadi lokasi pertempuran sengit antara tentara Ukrain dengan pemberontak pro-Rusia. Sejak pertengah April lalu, tercatat lebih dari 200 orang tewas dalam pertempuran tersebut.

(nvc/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads