Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (14/6/2014), Kementerian Dalam Negeri Mesir menyebut bentrokan ini terjadi dalam unjuk rasa yang digelar oleh pendukung presiden terguling Mohamed Morsi. Unjuk rasa yang digelar di distrik Maadi, Kairo ini berujung bentrokan ketika hendak dibubarkan oleh polisi.
Salah satu polisi terkena tembakan di bagian dada usai menangkap salah satu demonstran dan hendak memasukkannya ke dalam van polisi. Polisi yang tidak disebut namanya tersebut berhasil dilarikan ke rumah sakti terdekat, namun sayang nyawanya tidak bisa diselamatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan ini, demonstran pendukung Morsi bersama dengan Aliansi Antikudeta Islamis menyerukan unjuk rasa selama seminggu mulai Jumat (13/6) dengan slogan 'Freedom For Egypt'. Aliansi tersebut secara rutin menyerukan unjuk rasa melawan otoritas militer semenjak Morsi lengser pada Juli 2013.
Televisi nasional setempat juga melaporkan tewasnya polisi ini. Sedangkan kantor berita MENA melaporkan, sedikitnya 65 demonstran ditangkap dalam unjuk rasa yang digelar di sejumlah wilayah pada Jumat (13/6) kemarin.
Morsi dilengserkan oleh mantan panglima militer Mesir, Abdel Fattah al-Sisi yang bulan lalu memenangkan pemilu presiden. Al-Sisi meraih kemenangan mutak, dengan perolehan suara lebih dari 90 persen.
(nvc/asp)











































