"Pemerintahan baru akan dibentuk pada bulan Agustus atau awal September," terang pemimpin junta militer Thailand, Jenderal Prayuth Chan-O-Cha dalam briefing mengenai anggaran tahun 2015, seperti dilansir AFP, Jumat (13/6/2014).
Namun Jenderal Prayuth tidak menyebutkan lebih lanjut apakah kabinet pemerintahan yang baru tersebut akan diisi oleh orang-orang sipil atau militer. "Jangan tanya saya siapa saja dan dari mana saja mereka (anggota pemerintahan)," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataannya beberapa waktu lalu, Jenderal Prayuth menyatakan pemilu Thailand paling tidak akan dilakukan tahun depan. Menurutnya, setidaknya dibutuhkan waktu selama satu tahun untuk melakukan reformasi politik di Thailand, termasuk menyusun rancangan undang-undang baru.
Jenderal Prayuth mendorong warga Thailand untuk bersabar dengan dirinya. "Saya tahun ini musim bulan madu, tapi saya harap ini bisa bertahan sedikit lebih lama," ujarnya.
Panglima militer Thailand ini menyatakan, sangat penting bagi Thailand untuk memiliki militer yang kuat. "Jika kita tidak memiliki militer, kita tidak bisa tawar-menawar dengan siapapun. Jika militer kita tidak kuat, tidak akan ada yang mendengarkan kita," terangnya.
(nvc/try)











































