Kriris Irak, Wartawan Foto Tewas Saat Meliput Bentrokan Militan

Kriris Irak, Wartawan Foto Tewas Saat Meliput Bentrokan Militan

- detikNews
Jumat, 13 Jun 2014 10:40 WIB
Kriris Irak, Wartawan Foto Tewas Saat Meliput Bentrokan Militan
Reuters
Baghdad -

Krisis keamanan yang terjadi di Irak semakin menjadi dan memakan korban jiwa. Seorang wartawan foto dilaporkan tewas saat meliput bentrokan antara pasukan keamanan Kurdi dengan kelompok jihadis di wilayah Irak bagian utara.

Kamran Najm Ibrahim tewas terbunuh, sedangkan 14 personel anggota pasukan keamanan Kursi mengalami luka-luka. Bentrokan sengit ini terjadi di kota minyak Kirkuk, di mana kelompok militan telah menguasai sejumlah kota Sunni Arab.

Seperti dilansir AFP, Jumat (13/6/2014), Ibrahim yang dikenal luas sebagai fotografer lepas, merupakan wartawan pertama yang kehilangan nyawanya saat melaksanakan tugas meliput bentrokan yang dipicu oleh kelompok jihadis Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL). ISIL mulai memicu aksi kekerasan di Irak pada Senin (9/6) malam hingga sekarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Militan ISIL telah menguasai sejumlah besar wilayah di Irak bagian utara, termasuk kota Mosul yang merupakan kota terbesar kedua di Irak. Kota Tikrit juga provinsi Nineveh dan bagian-bagian penting kota Kirkuk telah jatuh ke tangan militan, yang kini terus bergerak untuk mendekati dan menduduki ibukota Baghdad.

Pergerakan ISIL ini tidak mampu dihentikan oleh militer Irak. Bahkan militer Irak yang menjaga keamanan di kota Kirkuk bahkan terpaksa meninggalkan posnya. Hal ini memberi kesempatan bagi kelompok Kurdi yang sejak lama mengklaim Kirkuk sebagai wilayah otonomi.

Pasukan keamanan Kurdi mengambil alih keamanan kota Kirkuk pada kamis (12/6) sepeninggal militer Irak. Namun di sisi lain, pasukan keamanan Kurdi harus berhadapan langsung dengan militan ISIL yang pergerakannya semakin agresif.

Otoritas Irak telah meminta bantuan Amerika Serikat untuk melawan militan Sunni Arab yang tergabung dalam ISIL ini. Menanggapi hal tersebut, pemerintah AS tengah mempertimbangkan untuk memberikan bantuan militer lebih besar bagi Irak. Termasuk mengerahkan pesawat-pesawat tak berawak untuk menyerang posisi para militan.

Jika langkah ini jadi diambil, maka ini akan menandai perubahan dramatis dalam keterlibatan AS di Irak, setelah bagian akhir pasukan AS ditarik mundur dari Irak pada akhir 2011 lalu.

(nvc/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads