Aktivis Antikudeta Thailand Terancam Hukuman 14 Tahun Penjara

Aktivis Antikudeta Thailand Terancam Hukuman 14 Tahun Penjara

- detikNews
Kamis, 12 Jun 2014 14:18 WIB
Aktivis Antikudeta Thailand Terancam Hukuman 14 Tahun Penjara
Ilustrasi (Reuters)
Bangkok - Aktivis antikudeta ternama di Thailand yang ditangkap pemerintah junta militer, terancam hukuman 14 tahun penjara. Aktivis ini dijerat dakwaan penghasutan, kejahatan komputer dan mengabaikan panggilan junta militer.

Sombat Boonngamanong memimpin kampanye via media sosial yang menyerukan unjuk rasa damai namun ilegal, untuk melawan junta militer. Aktivis pro-demokrasi yang cukup terkenal di Thailand ini, akan menjalani persidangan di pengadilan militer setempat dalam waktu dekat.

Seperti dilansir AFP, Kamis (12/6/2014), Sombat dijerat dakwaan menghasut kerusuhan, melanggar aturan kejahatan komputer dan melawan perintah junta untuk menyerahkan diri sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan membawanya ke pengadilan militer untuk menentukan penahanannya," ujar Wakil Komandan Divisi Penindakan Kejahatan pada kepolisian setempat.

Sombat terancam hukuman 7 tahun penjara untuk dakwaan penghasutan, kemudian hukuman 5 tahun penjara untuk dakwaan menyebarkan informasi palsu via internet dan hukuman 2 tahun penjara untuk dakwaan mengabaikan panggilan junta militer.

Jika dinyatakan bersalah atas semua dakwaan, Sombat akan dijatuhi hukuman yang cukup lama, yakni total 14 tahun penjara.

Sombat dikenal sebagai ketua gerakan 'Kaos Merah' yang mendukung mantan PM Thaksin Shinawatra dan saudaranya Yingluck Shinawatra yang baru saja lengser dari jabatan PM Thailand bulan lalu. Namanya masuk dalam daftar ratusan tokoh, aktivis dan pejabat yang dipanggil junta militer pasca kudeta pada 22 Mei lalu.

Mereka yang memenuhi panggilan tersebut, diperintahkan untuk menghentikan aktivitas politik mereka dan ditahan di lokasi tertentu. Sombat sendiri menolak untuk memenuhi panggilan tersebut, dan malah memposting pesan pada akun Facebooknya yang berbunyi: "Tangkap aku jika kalian bisa."

Dalam persembunyiannya, Sombat mendorong pendukungnya untuk melakukan unjuk rasa damai, untuk melawan junta militer. Namun akhirnya Sombat berhasil ditemukan dan ditangkap junta militer pekan lalu di Chonburi, Bangkok bagian tenggara.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads