"Kami mengecam seluruh serangan roket dari Gaza. Ini merupakan agresi tak beralasan yang ditujukan terhadap target sipil dan benar-benar tidak bisa diterima," tegas juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki seperti dilansir AFP, Kamis (12/6/2014).
Kendati demikian, AS tetap menegaskan, akan tetap bekerja sama dengan pemerintah Palestina yang baru. Psaki menyatakan, AS menyambut baik kecaman yang dilontarkan Presiden Mahmud Abbas atas serangan yang datang dari wilayah Jalur Gaza, yang kini dikendalikan oleh Hamas tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Psaki menambahkan, AS menyadari bahwa kenyataannya Gaza masih dikendalikan oleh Hamas. Namun lanjut Psaki, AS meyakini bahwa tidak ada anggota pemerintahan Palestina yang baru yang berafiliasi dengan Hamas, sehingga AS akan terus bekerja sama dengan pemerintah Palestina.
"Kami mengambil keputusan sebagai pemerintah AS bahwa bantuan kami untuk otoritas Palestina sangatlah penting bagi AS," terang Psaki kepada wartawan.
"Sementara kami sangat prihatin dengan serangan roket ini dan kami merasa bahwa Presiden Abbas perlu untuk melakukan semua hal yang mungkin untuk mencegah mereka, kami memahami bahwa kemampuannya sangat terbatas pada saat ini," imbuhnya.
"Kami juga menekankan bahwa beliau menegakkan tanggung jawabnya untuk menjaga koordinasi keamanan dengan Israel dan dia telah menekankan komitmennya kepada publik," jelas Psaki.
Perundingan damai antara Israel dan Palestina yang kembali dilanjutkan atas inisiasi Menlu AS John Kerry, baru-baru ini kembali terhenti. Penyebabnya, karena Israel marah atas kesepakatan Palestina dengan Hamas.
(nvc/ita)










































