PM Irak Diam-diam Minta Bantuan AS Serang Militan di Wilayahnya

PM Irak Diam-diam Minta Bantuan AS Serang Militan di Wilayahnya

- detikNews
Kamis, 12 Jun 2014 11:22 WIB
PM Irak Diam-diam Minta Bantuan AS Serang Militan di Wilayahnya
Ilustrasi
Baghdad -

Perdana Menteri (PM) Irak Nuri al-Maliki secara diam-diam meminta pemerintah Amerika Serikat untuk melakukan serangan udara terhadap militan di Irak. Permintaan ini muncul di tengah meningkatnya ancaman dari kelompok pemberontak Sunni di wilayah Irak.

Media AS, New York Times mengutip seorang pengamat asal AS yang berkunjung ke Baghdad awal tahun ini, yang menuturkan bahwa pemimpin Irak berharap kekuatan udara AS mampu melumpuhkan militan beserta area pelatihan mereka yang ada di wilayah Irak.

Kemudian juga membantu tentara Irak untuk menghentikan mereka masuk ke wilayah Irak dari Suriah. Demikian seperti dilansir Reuters, Kamis (12/6/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan media AS lainnya, Wall Street Journal mengutip seorang pejabat senior AS yang menyebutkan, Irak memberi sinyal akan memberi izin kepada AS untuk menyerang militan jaringan Al-Qaeda yang ada di Irak, dengan menggunakan pesawat berawak maupun pesawat tak berawak.

"Kami tidak akan menjelaskan secara rinci soal diskusi diplomatik kami, tapi pemerintah Irak telah memperjelas bahwa mereka menyambut baik dukungan kami," terang juru bicara dewan keamanan nasional Gedung Putih AS, Bernadette Meehan.

"Kami mempercepat pengiriman peralatan militer sejak awal tahun ini, menggenjot pelatihan Tentara Keamanan Irak, dan bekerja lebih intensif untuk membantu penerapan pendekatan holistik oleh Irak demi melawan ancaman teroris," imbuhnya.

"Bantuan kami sangat komprehensif, terus berkelanjutan dan akan terus meningkat," jelas Meehan.

Kelompok pemberontak Sunni dari kelompok pecahan Al-Qaeda menduduki kota Tikrit pada Rabu (11/6) dan menutup kilang minyak terbesar di negara tersebut. Hal ini meningkatkan kekuatan mereka dalam melawan pemerintahan Irak yang didominasi kaum Syiah.

Ancaman terhadap kilang minyak Baiji yang membuat pemerintah Irak khawatir ini, terjadi setelah kelompok militan dari Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL) menduduki kota Mosul, yang merupakan kota terbesar kedua di Irak.

(nvc/ita)


Berita Terkait