Kelima tentara NATO tersebut tewas pada Senin, 9 Juni waktu setempat. Ini merupakan insiden tunggal terburuk bagi pasukan International Security Assistance Force (ISAF) yang dipimpin NATO, sejak kecelakaan helikopter di provinsi Kandahar pada 26 April lalu. Lima tentara Inggris tewas dalam peristiwa tersbeut.
"Lima anggota personel International Security Assistance Force tewas di Afghanistan selatan kemarin," demikian pernyataan ISAF seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (10/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilayah Afghanistan selatan dan timur merupakan wilayah yang paling berbahaya di negeri itu. Di wilayah-wilayah tersebut, para militan Taliban melancarkan perang gerilya terhadap otoritas Afghanistan dan pasukan NATO.
Saat ini sekitar 50 ribu personel NATO masih berada di negeri itu. Mereka semua dijadwalkan meninggalkan Afghanistan pada akhir tahun ini. Meskipun sejumlah kecil pasukan AS akan tetap berada di negeri itu hingga akhir tahun 2016, jika tercapai kesepakatan antara Washington dan Kabul.
(ita/ita)











































