Kerangka Tentara Jepang Zaman Perang Dunia Terangkat dari Bawah Laut

Kerangka Tentara Jepang Zaman Perang Dunia Terangkat dari Bawah Laut

- detikNews
Senin, 09 Jun 2014 16:10 WIB
Kerangka Tentara Jepang Zaman Perang Dunia Terangkat dari Bawah Laut
Ilustrasi
Tokyo -

Tulang belulang yang diyakini milik tentara Jepang pada zaman Perang Dunia II ditemukan di kepulauan terpencil Samudera Pasifik. Temuan ini muncul akibat kenaikan permukaan air laut yang telah mengikis garis pantai pulau tersebut, sehingga mengangkat kerangka yang ada di dalam air.

Seorang pejabat Jepang seperti dilansir AFP, Senin (9/6/2014), menuturkan ada 20 kerangka manusia berjenis kelamin pria yang muncul dari bawah laut. Bahkan terlihat ada pemakaman kecil di pinggir pantai kumpulan kepulauan di Marshall Islands.

"Pemerintah Marshall Islands telah memberitahu kami bahwa kerangka sekitar 20 jasad manusia telah terekspos di pinggir pantai pulau Ennibur," terang pejabat Jepang yang enggan disebut namanya tersebut. Pulau Ennibur merupakan salah satu pulau yang membentuk gugusan Kepulauan Pasifik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kerangka tersebut, yang diyakini merupakan tentara Jepang, muncul di permukaan setelah ombak mengikis pemakaman yang didirikan di tepi pantai, menurut pemerintah Marshall Islands," imbuhnya.

Jepang menguasai Marshall Islands dari tahun 1914 hingga akhir Perang Dunia II, ketika pulau tersebut diambil alih oleh Amerika Serikat. Negara kepulauan yang terdiri atas puluhan pulau tersebut menjadi negara merdeka pada tahun 1986. Namun sebagian wilayah pulau tersebut, termasuk Kwajalein Atoll yang menjadi lokasi Pulau Enniburr, tetap dikuasai oleh AS.

"Jepang akan mengirimkan tim peneliti ke lokasi temuan kerangka manusia tersebut, tapi belum ada rencana konkret yang disusun mengingat wilayah tersebut di bawah penjagaan militer AS," ucap pejabat Jepang tersebut.

Selama beberapa dekade terakhir, otoritas Jepang berusaha mengumpulkan jutaan jasad warga mereka, termasuk tentara yang tersebar di wilayah Asia-Pasifik, yang pada zaman Perang Dunia II dikuasai oleh militer Jepang.

"Kerangka yang tampak semuanya berjenis kelamin laki-laki dengan kisaran usia 18-40 tahun dan sangat diyakini merupakan keturunan Asia," terang kepala arkeolog pada Marshall Islands Historic Preservation Office, Michael L Telep kepada AFP.

"Temuan ini didukung oleh temuan artefak Jepang di lokasi (termasuk botol saus kedelai, kancing seragam militer dan koin mata uang Jepang) dan juga data sejarah yang menunjukkan bahwa tentara AS pernah menyerang pertahanan Jepang di bagian utara ujung pulau Enniburr," imbuhnya.

(nvc/ita)


Berita Terkait