Vietnam Dituding Tabrak Kapal China Lebih dari 1.000 Kali

Vietnam Dituding Tabrak Kapal China Lebih dari 1.000 Kali

- detikNews
Senin, 09 Jun 2014 14:50 WIB
Vietnam Dituding Tabrak Kapal China Lebih dari 1.000 Kali
Ilustrasi
Beijing -

Otoritas China menuding kapal-kapal Vietnam menabrak kapalnya lebih dari 1.000 kali. Insiden ini dilaporkan terjadi di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa kedua negara.

Di sisi lain, China menyatakan menginginkan hubungan baik dengan negara tetangganya yang ada di sebelah selatan tersebut. Namun China mengaku, tidak bisa meninggalkan prinsip-prinsipnya sendiri yang harus ditegakkan.

Seperti dilansir Reuters, Senin (9/6/2014), insiden ini berawal ketika sebuah kapal nelayan Vietnam tenggelam pada 26 Mei saat konfrontasi yang terjadi tak jauh dari kilang minyak lepas pantai milik China. Sejak saat itu, kedua belah pihak terus saling tuding terkait insiden tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga pekan lalu, televisi Vietnam menayangkan video yang menunjukkan kapal besar milik China mendekati dua kapal nelayan Vietnam, kemudian menabrak kapal Vietnam tersebut hingga tenggelam.

Otoritas China pun melontarkan tudingan balik terhadap Vietnam. China menyebut Vietnam sengaja mengirimkan banyak armada kapalnya, penyelam dan bahkan mengerahkan bermacam halangan, seperti jaring ikan ke wilayah perairan yang menjadi sengketa.

"Pada pukul 17.00 waktu setempat, 7 Juni lalu, ada sebanyak 63 kapal Vietnam di wilayah perairan tersebut, berusaha menembus barisan China dan menabrak kapal pemerintah China sebanyak total 1.416 kali," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri China mengenai hal tersebut.

"Menghadapi aksi provokatif dari Vietnam di lautan, China mengembangkan pertahanan diri yang baik dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan," demikian disampaikan.

China menambahkan, pihaknya mengirimkan kapal ke lokasi tersebut demi memastikan operasi penjagaan wilayah perairannya. Lebih lanjut, otoritas China mengaku telah berkomunikasi dengan Vietnam sebanyak lebih dari 30 kali untuk meminta Vietnam menghentikan aksi provokatifnya tersebut.

"China menginginkan hubungan yang baik dengan Vietnam namun ada prinsip-prinsip yang tidak bisa ditinggalkan oleh China. Saluran komunikasi antara China dan Vietnam selalu terbuka," tegas otoritas China dalam pernyataan tesebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas China mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan sebagai wilayahnya. Mereka terus melakukan berbagai cara untuk mengklaim wilayahnya hingga memicu ketegangan dengan Vietnam dan Filipina.

(nvc/ita)


Berita Terkait