Selain serangan di bandara, insiden juga terjadi di wilayah perbatasan Pakistan dengan Iran. Sedikitnya 23 orang termasuk para peziarah Syiah tewas dalam serangan bersenjata dan ledakan bom bunuh diri di wilayah konflik tersebut.
Insiden ini berawal ketika bus yang membawa sejumlah peziarah asal Pakistan dalam perjalanan pulang usai berkunjung ke lokasi sakral di Iran. Bus tersebut berhenti di sebuah restoran di kota Taftan, Baluchistan, Pakistan.
"Sebanyak 23 peziarah terwas dalam serangan bom bunuh diri di Taftan. Tujuh orang lainnya termasuk enam wanita dan seorang anak mengalami luka-luka," terang sekretaris provinsi setempat, Akbar Durrani seperti dilansir AFP, Senin (9/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan ini terjadi pada Minggu (8/6) malam waktu setempat dan total ada 300 peziarah di dalam restoran-restoran tersebut.
"Tujuh orang yang mengalami luka-luka dibawa ke Iran untuk mendapat perawatan medis setelah ada permintaan khusus kepada konsulat Iran di Quetta. Sisanya sebanyak 270 peziarah lainnya akan dibawa ke Quetta dengan pengawalan ketat besok," terang Durrani.
Durrani menambahkan, seluruh peziarah Syiah tersebut berasal dari Pakistan.
Belum ada kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Namun diketahui bahwa dua ledakan bom mematikan di Quetta tahun lalu, menewaskan nyaris 200 orang dan diklaim dilakukan oleh organisasi ekstremis Sunni Lashkar-e-Jhangvi (Lej) yang berkaitan dengan jaringan Al-Qaeda dan dilarang pemerintah.
Sementara itu, serangan kelompok bersenjata di Bandara Internasional Jinnah, Karachi juga merenggut banyak nyawa. Dilaporkan 23 orang, termasuk 10 orang pelaku tewas dalam serangan yang berujung baku tembak antara pelaku dengan militer Pakistan tersebut. Serangan ini memaksa pengalihan seluruh penerbangan tujuan Bandara Jinnah ke kota lainnya.
(nvc/ita)











































