Seorang menteri dalam kabinet pemerintahan Perdana Menteri India Narendra Modi memberikan pernyataan kontroversial soal pemerkosaan. Menteri ini menyebut pemerkosaan terjadi secara tidak sengaja.
Menteri Dalam Negeri untuk wilayah Chhattisgarh, Ramsevak Paikra yang bertanggung jawab atas hukum dan ketertiban masyarakat menyatakan bahwa pemerkosaan tidak terjadi secara disengaja. Hal ini disampaikan Paikra kepada wartawan pada Sabtu (7/6) kemarin.
"Insiden semacam itu (pemerkosaan-red) tidak terjadi secara sengaja. Insiden semacam ini terjadi secara tidak sengaja," ucap Paikra seperti dilansir AFP, Senin (9/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa saat kemudian, Paikra menyatakan, bahwa pernyataannya tersebut disalahpahami.
Pernyataan ini hanya muncul beberapa hari setelah pernyataan kontroversial lainnya dari Menteri Dalam Negeri India untuk Provinsi Madhya Pradesh dari Partai Bharatiya Janata (PBJ) Babulal Gaur, yang menyebut pemerkosaan kadang kala dibenarkan.
βIni adalah kriminalitas sosial yang tergantung pada pria dan wanita. Terkadang, itu (pemerkosaan) benar, terkadang salah," kata Gaur seperti dikutip dari The Hindustan Times.
Gaur mengungkapkan bahwa sebuah pemerkosaan baru akan dianggap kejadian kriminal apabila dilaporkan ke polisi. PBJ, partai yang menaungi Gaur, segera merespons pernyataan kadernya. Tak ingin menderita dampak politik akibat pernyataan Gaur, PBJ menyatakan yang diungkapkan Gaur hanya opini pribadi.
Sementara itu, PM Modi yang baru menjabat, belum pernah menyampaikan pandangannya soal pemerkosaan yang marak di negaranya.
(nvc/ita)










































