Dalam Rangka Protes, Ribuan Pesepeda Gowes Telanjang di Portland AS

Dalam Rangka Protes, Ribuan Pesepeda Gowes Telanjang di Portland AS

- detikNews
Senin, 09 Jun 2014 00:02 WIB
Portland - Ribuan pengendara sepeda telanjang bulat berhamburan ke jalan di Portland, Oregon, dalam acara tahunan Gowes Telanjang Sedunia (World Naked Bike Ride). Acara ini adalah sebuah bentuk protes yang mengedepankan bersepeda sebagai alternatif dari mengendarai mobil.

Dilansir dari Reuters, Minggu (8/6/2014), diiringi penonton yang bersorak, para pengendara dengan jari-jari roda berhias lampu membunyikan bel seraya melewati jalan raya dini hari tadi waktu Amerika. Sementara itu, seorang ibu hamil, juga telanjang, terlihat di kereta gandengan sebuah sepeda.

Carl Larson, juru bicara acara ini, mengatakan bahwa yang mereka lakukan adalah pesta sekaligus protes.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini semua tentang ketergantungan akan bahan bakar minyak, kerentanan pengendara sepeda dan tubuh," kata Larson.

Para pengendara tiba di Taman Normandale satu jam sebelum acara dimulai dan mulai menanggalkan pakaian mereka, sesuai dengan tema acara, "makin bugil makin gokil" ("as bare as you dare").

Acara ini diselenggarakan di lebih dari 75 kota di Amerika Serikat, dan di lebih dari 20 negara lain. Namun, dengan lebih dari 8.000 peserta tahun lalu, acara gowes di Portland dikenal sebagai salah satu yang paling besar di antara yang lainnya.

Tapi tidak seperti acara-acara di kota lainnya, acara gowes Portland bekerja sama dengan polisi setempat. Karena dianggap sebagai protes, polisi mengarahkan lalu lintas selama acara yang pada umumnya bebas masalah ini.

"Kita sempat mendapatkan beberapa komplen dari masyarakat, tapi secara keseluruhan tidak banyak masalah serius," kata Juru Bicara Kepolisian, Sersan Peter Simpson, sebelum acara dimulai.

Simpson juga menyarankan, jika tidak mau melihat acara ini sebaiknya masyarakat tidak keluar rumah.

Jennifer Young (40), datang dengan anaknya yang berusia 16 tahun, mengenakan hiasan sayap peri di punggungnya dengan sekujur tubuh yang dicat biru, menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk menunjukkan kerentanan pengendara sepeda.

"(Kerentanan pengendara sepeda) lebih terlihat ketika kita telanjang," kata Young.

Masyarakat menyaksikan ketika marching band dan para penari memulai acara ini. Setelahnya, sebuah band punk yang juga tampil telanjang bermain di sisi lintasan ketika para pesepeda melintas.

Fred Tebo (90), tidak tahu bagaimana harus menanggapi sekelompok orang telanjang di taman seberang rumahnya yang sudah ia tempati sejak 1971.

"Acara ini menghibur sekaligus bodoh," katanya. Tapi setelah itu ia mengijinkan sepasang muda-mudi telanjang menumpang toilet di rumahnya.

(trq/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads