"Penduduk telah kehilangan semua yang mereka miliki seperti rumah, properti, desa, lahan agrikultural dan hewan ternak," ujar juru bicara Kepolisian Baghlan, Jawed Basharat, seperti dikutip detikcom dari news.com.au, Minggu (8/6/2014).
"Tidak ada yang tersisa bagi mereka untuk berjuang hidup. Mereka bahkan tidak memiliki air yang bisa diminum. Mereka membutuhkan air, makanan, selimut dan tenda," imbuhnya.
Mohammad Aslam Sayas, Wakil Kepala Otoritas Pengelolaan Bencana Nasional (NDMA) Afghanistan, mengatakan bahwa tim-timnya telah menyediakan makanan dan obat-obatan untuk para korban. "Bantuan selanjutnya akan tiba secepatnya," ujar Mohammad menjelaskan.
Namun, Basharat mengklaim bahwa bantuan dari pemerintah pusat maupun dari organisasi-organisasi kemanusiaan belum datang kepada para korban. Sementara itu, pejabat-pejabat terkait menyebutkan bahwa jumlah korban jiwa dari banjir ini diduga akan semakin bertambah.
Banjir maupun tanah longsor kerap terjadi saat musim semi yang sering membawa hujan di bagian utara Afghanistan. Terakhir kali banjir parah menghampiri negara tersebut, tercatat 175 orang meninggal dan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.
(trq/trq)











































