Dilansir dari Reuters, Sabtu (7/6/2014), pada Jumat (6/6) kemarin adalah hari kedua aksi demonstrasi besar di Brasil. Puluhan ribu massa yang terdiri dari tunawisma dan para pekerja menyuarakan penolakan penyelenggaran Piala Dunia 2014.
Massa mencoba memblokir akses ke salah satu stasiun metro, kereta bawah tanah di Sao Paulo. Akses ke salah satu stasiun metro tersebut ditutup seharian akibat aksi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Namun massa masih mencoba bertahan.
Aksi ini demonstrasi besar ini dimulai sejak Kamis (5/6) lalu, atau sepekan sebelum kick off Piala Dunia 2014 pada 13 Juni 2014. Pada hari Kamis, aksi demonstrasi menyebabkan kemacetan luar biasa di Sao Paulo, yang juga membuat beberapa pejabat FIFA yang akan menggelar konferensi persi terkait Piala Dunia terhambat.
Demonstrasi besar ini dilatarbelakangi ketidakpuasan warga terhadap persiapan penyelenggaran Piala Dunia di Brasil. Dana besar yang digelontorkan pemerintah untuk Piala Dunia dianggap tak pantas di tengah banyaknya masyarakat miskin negara sepak bola itu.
Demonstrasi besar sebelumnya telah berlangsung saat penyelenggaraan Piala Konfederasi, sebuah turnamen pemanasan jelang Piala Dunia.
(trq/trq)











































