Mantan Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton menanggapi skandal seks suaminya dengan Monica Lewinsky yang membuat heboh beberapa tahun lalu. Namun Hillary enggan banyak membahas soal skandal tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Hillary kepada People Magazine, yang juga menjadikan Hillary sebagai cover story untuk edisi terbitan Jumat (6/6) besok. Potongan wawancara dengan hillary dirilis sejak Rabu (4/6) waktu setempat dan dilansir AFP, Kamis (5/6/2014).
"Saya tidak akan mengomentari apa yang terjadi dan apa yang tidak terjadi. Saya pikir semua orang perlu untuk melihat ke masa depan," tutur Hillary kepada People Magazine.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hillary yang juga mantan Menteri Luar Negeri AS ini, menuturkan kepada People Magazine, bahwa saat ini skandal tersebut bagaikan 'air di bawah jembatan', atau sudah berlalu.
"Saya ingin menjalani hidup saya sekarang," ucapnya.
Wawancara Hillary dengan majalah gosip ternama ini muncul selang beberapa hari menjelang peluncuran memoar keduanya, 'Hard Choices'. Wanita berusia 66 tahun disebut-sebut akan maju dalam pencalonan presiden AS tahun 2016 mendatang.
Seperti biasa, Hillary menyampaikan pernyataan mengambang soal rencana politik ke depan. Pernyataannya tidak membantah, namun juga tidak membenarkan soal kemungkinan pencapresan dirinya.
"Saya khawatir tentang apa yang terjadi di negara ini dan juga di dunia. Dalam beberapa bulan ke depan, saya akan lebih banyak berpikir soal peran apa yang saya bisa, atau dalam pikiran saya, bisa saya mainkan," ucapnya.
"Memiliki presiden wanita merupakan hal yang ingin saya saksikan, tapi saya hanya akan memutuskan apa yang menurut saya tepat bagi saya," terang Hillary.
Secara terpisah, Monica Lewinsky yang kini berusia 40 tahun, telah menceritakan kisahnya dalam edisi majalah Vanity Fair terbitan bulan lalu. Kepada majalah tersebut, Lewinsky menyatakan, sudah saatnya untuk berhenti membahas masa lalunya dan masa depan orang lain. Dia merujuk pada kiprah istri Bill Clinton, Hilary Clinton yang disebut-sebut akan maju menjadi capres AS pada pemilu 2016 mendatang.
(nvc/ita)










































