Para tersangka yang ditahan di Urumqi, ibukota Xinjian itu menghadapi dakwaan "memicu separatisme" dan mengganggu ketertiban di tempat umum". Demikian diberitakan media pemerintah Xinjiang Net seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (5/6/2014).
Dalam setahun terakhir, Xinjiang yang mayoritas penduduknya adalah warga muslim Uighur, telah mengalami peningkatan kekerasan. Otoritas China menuding kelompok-kelompok teroris yang menginginkan kemerdekaan Xinjiang sebagai dalang kekerasan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bulan lalu otoritas China bertekad akan melancarkan operasi pemberantasan terorisme selama setahun. Hal ini diumumkan setelah para penyerang di Urumqi menewaskan 39 orang dalam serangan bunuh diri ke sebuah pasar.
Pada April lalu, para penyerang bersenjata pisau dan bahan peledak juga menyerang sebuah stasiun kereta bawah tanah di kota Urumqi. Satu orang tewas dan 79 lainnya luka-luka dalam peristiwa itu.
(ita/ita)











































