Layanan pesan singkat atau SMS dilarang untuk seluruh wilayah Republik Afrika Tengah. Penyebabnya, pesan singkat dianggap oleh pemerintah sebagai ancaman keamanan.
Seluruh pengguna telepon genggam di Afrika Tengah yang berusaha mengirimkan pesan singkat akan mendapat balasan: "SMS not allowed". Larangan ini diumumkan oleh Kementerian Telekomunikasi Republik Afrika Tengah.
"Penggunaan setiap SMS oleh semua pelanggan telepon genggam ditangguhkan mulai Senin, 2 Juni 2014, hingga pemberitahuan lebih lanjut," demikian bunyi surat Kementerian Telekomunikasi kepada operator telepon genggam di Afrika Tengah, seperti dilansir AFP, Rabu (4/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Minggu (1/6) kemarin, PM Nzapayeke meminta warga di Bangui untuk kembali bekerja, beberapa hari setelah aksi mogok kerja dan unjuk rasa besar-besaran melumpuhkan ibukota.
Secara terpisah, seorang sumber pemerintahan Afrika tengah menuturkan, larangan SMS ini akan berlangsung selama beberapa hari saja. Ketika koresponden AFP di Bangui berusaha mengirimkan pesan singkat menggunakan telepon genggamnya, muncul pesan berbunyi: "SMS not allowed".
Republik Afrika Tengah yang tergolong negara miskin dan dihuni mayoritas penganut Kristen ini, berjuang keras untuk mengembalikan keamanan dan ketertiban di wilayahnya, yang rusak pasca banyak serangan kelompok pemberontak.
(nvc/ita)











































