Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyip Erdogan menuding media internasional melakukan aktivitas mata-mata di wilayahnya. Erdogan menyebut media internasional sengaja memanfaatkan kerusuhan yang terjadi saat peringatan satu tahun unjuk rasa antipemerintah.
Secara jelas, PM Erdogan menuding CNN International melakukan aktivitas mata-mata. Salah satu reporter CNN ditangkap saat sedang siaran langsung soal bentrokan unjuk rasa di Turki pada Sabtu (31/5) lalu.
"Organisasi media internasional yang datang ke Istanbul untuk melakukan siaran yang provokatif dan berlebihan, pergi dengan tangan kosong," tutur Erdogan kepada anggota partainya, AKP saat menjelaskan insiden pekan lalu, seperti dilansir AFP, Rabu (4/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim wartawan asing yang sedang meliput di lokasi kejadian ikut menjadi sasaran aparat. Kepolisian Turki tiba-tiba menahan tim dari CNN yang tengah melakukan laporan langsung dari Alun-alun Taksim.
"Kepolisian Turki melepaskan tim CNN sekitar setengah jam kemudian. Petugas (kepolisian) meminta maaf untuk petugas lain yang menendang saya dengan lutut, saya ditahan," terang reporter CNN, Ivan Watson yang sempat ditahan polisi Turki, via akun Twitter-nya.
Dalam pernyataannya pada Selasa (3/6), PM Erdogan menyebut Watson sebagai 'pesuruh' yang tertangkap basah berusaha membuat kekacauan di Turki. "(CNN) Tidak peduli dengan pers yang independen, tidak memihak dan bebas. Mereka ditugaskan untuk bekerja seperti mata-mata," ucapnya.
(nvc/ita)











































