Dilaporkan kantor berita Xinhua dan dilansir Reuters, Rabu (4/6/2014), insiden ini terjadi pada Selasa (3/5) malam di tambang Batubara Yashitai yang ada di Chongqing, Distrik Wansheng.
Otoritas wilayah setempat menuturkan, tim penyelamat telah berhasil mengevakuasi seluruh jasad pekerja tambang yang sebelumnya dinyatakan hilang. Total ada 28 pekerja tambang yang tengah bekerja di lokasi ketika insiden ini terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip otoritas setempat, kantor berita Xinhua, melaporkan insiden ini sebagai 'insiden gas' namun tidak menjelaskan lebih lanjut kronologi kejadian. Hanya dijelaskan bahwa tambang batu bara ini dimiliki oleh perusahaan negara, Nantong Mining Co Ltd. Belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan mengenai insiden ini.
Diketahui bahwa insiden tambang seperti ini cukup sering terjadi di China, yang merupakan salah satu negara pengguna batu bara terbesar di dunia. Kurangnya penegakan standar keamanan dan terlalu terburu-burunya pemenuhan permintaan pasar yang kuat, disinyalir menjadi salah satu penyebabnya.
Pada April lalu, sebanyak 20 orang tewas dalam kecelakaan tambang batu bara di Provinsi Yunnan, China. Saat itu, tambang yang ada di bawah tanah dilanda banjir dan membuat para pekerja yang ada di dalamnya terjebak. Tahun lalu, otoritas China mencatat ada 589 insiden terkait kecelakaan tambang, yang menewaskan 1.049 orang.
(nvc/try)










































