Al-Sisi yang menggulingkan Mohammed Morsi, pada Juli tahun lalu, berhasil mengalahkan pesaingnya, Hamdeen Sabbahi yang hanya mendapat 3,9% suara. Demikian seperti dilansir CNN, Rabu (4/6/2014).
Sebelumnya Sabbahi telah mengakui kekalahannya dari al-Sisi pekan lalu, namun ia tidak mengakui proses pemungutan suara yang menurutnya sarat kekerasan. Sabbahi mengklaim ada perwakilan pihaknya yang diserang dan ditahan saat melakukan kampanye, sedangkan perwakilan al-Sisi diperbolehkan masuk hingga ke dalam tempat pemungutan suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas kemenangan pria 59 tahun yang dianggap sebagai penyelamat dalam mengakhiri gejolak politik Mesir ini, beberapa ribu orang merayakannya di Tahrir Square Kairo usai pengumuman, Selasa (3/6/2014). Kembang api menyala dalam perayaan itu, juga banyak dijajakan bendera Mesir dan balon bergambar wajar Al-Sisi. Personil militer dan keamanan tidak melarang orang-orang yang berpesta dengan menari dan menyanyi merayakan kemenangan Al-Sisi.
(fjp/fjp)











































