Seperti dilansir AFP, Selasa (3/6/2014), badai pasir ini melanda sekitar 17.10 waktu setempat pada Senin (2/6) kemarin. Akibat badai pasir ini, suasana kota Teheran gelap dan ribuan warga setempat terpaksa mencari perlindungan.
Pepohonan yang ada di kota tersebut tumbang akibat badai pasir ini. Kotoran-kotoran yang ada di jalanan tersapu angin hingga menutupi kaca mobil warga yang sedang dalam perjalanan pulang kerja. Media nasional setempat melaporkan badai pasir ini memiliki kecepatan hingga 110 kilometer per jam pada puncaknya.
Badai ini juga memutuskan aliran listrik ke sedikitnya 50 ribu rumah warga setempat. Warga setempat diminta untuk tetap tinggal di dalam rumah masing-masing.
Kantor berita ISNA melaporkan, jatuhnya korban jiwa disebabkan karena tertimpa pohon tumbang. Kepala badan urusan darurat Iran, Amin Saberinia menyebutkan ada 27 orang lainnya yang mengalami luka-luka akibat badai ini. Sebanyak 10 orang di antaranya mengalami kecelakaan lalu lintas ketika badai pasir menerjang.
Televisi nasional setempat kemudian melaporkan, dua korban luka kini dalam kondisi kritis di rumah sakit. "Situasinya seperti film Hollywood tentang kiamat. Saya takut," tutur seorang wanita yang memiliki toko di Teheran.
"Saya tidak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya. Saya takut ini ini pertanda hal buruk akan datang," ucap seorang warga setempat lainnya.
Pejabat kota Teheran, Ahad Vazifeh menuturkan, ada sekitar 7 ribu pekerja darurat yang dikerahkan ketika badai pasir menerjang. Prakiraan cuaca setempat memperkirakan, cuaca buruk masih akan terjadi hingga Rabu (4/6) besok.
Kondisi gelap gulita melanda Teheran selama 15 menit setelah badai menerjang. Setelah itu turun hujan yang disertai angin kencang. Sejumlah foto yang diunggah ke media sosial menunjukkan awan besar dipenuhi pasir menyelimut langit Teheran. Dilaporkan suhu udara di Teheran menurun drastis dari 33 derajat Celsius menjadi 18 derajat Celsius ketika badai melanda.
Badai pasir ini mengganggu jadwal penerbangan di Teheran. Layanan internet dan telepon juga ikut terganggu, karena layanan sempat terputus sesaat setelah badai pasir menerjang, sebelum akhirnya berhasil dipulihkan.
(nvc/ita)











































