Serangan bom bunuh diri ini terjadi setelah pemerintah Amerika Serikat dan Taliban melakukan pertukaran tahanan.
"Sekitar pukul 07.15, seorang pengebom bunuh diri meledakkan motornya yang bermuatan bahan peledak yang menargetkan sebuah minibus milik para teknisi Turki di distrik Behsud, provinsi Nangarhar," kata Ahmad Zia Abdulzai, juru bicara gubernur Nangarhar seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (2/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Abdulzai, para korban bekerja di sebuah proyek konstruksi di Nangarhar dan tengah dalam perjalanan untuk bekerja ketika kendaraan mereka dihantam bom. Seorang bocah Afghan juga dilaporkan terluka dalam insiden itu.
Seorang pejabat Turki membenarkan jumlah korban jiwa tersebut. Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom tersebut.
(ita/ita)











































