Leorsin Seemanpillai selama ini tinggal di Geelong, pinggiran Melbourne setelah mendapatkan visa sementara setahun lalu. Tubuh pria berumur 29 tahun itu mengalami luka-luka bakar hingga 90 persen setelah aksi bakar diri yang dilakukannya pada Sabtu, 31 Mei pagi waktu setempat. Dia meninggal pada Minggu, 1 Juni di sebuah rumah sakit di Melbourne.
"Pria ini, sayangnya, meninggal akibat luka-luka sangat serius yang ditimbulkannya sendiri," tutur Menteri Imigrasi Australia Scott Morrison seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (2/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya beberapa kali bercakap-cakap dengan dia, dan dia berulang kali menyampaikan kekhawatiran akan dideportasi ke Sri Lanka," tutur Mylvaganam yang mengenal Seemanpillai sejak setahun terakhir.
Menurutnya, ketakutan Seemanpillai dipicu karena dirinya melihat teman-teman dari komunitasnya dibawa ke pusat penahanan imigrasi untuk dideportasi.
"Tak diragukan lagi bahwa kebijakan pemerintah Australia yang keji dan tak manusiawi telah mendorongnya melakukan ini," tutur Mylvaganam.
Seemanpillai tiba di Australia pada Januari 2013. Aplikasi pengungsinya tengah diproses.
(ita/ita)











































