Kedua wanita, yakni Gao Huayun (29) asal China dan Marcy Dayawan (40) asal Filipina diculik dari Singamata Reef Resort di Sabah, Borneo pada 2 April lalu. Mereka diculik setelah sekelompok pria bersenjata menyerbu resort tersebut pada tengah malam. Kedua wanita tersebut kemudian dibawa ke wilayah Filipina bagian selatan.
Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak menyebutkan keduanya berhasil dibawa kembali ke Malaysia setelah diselamatkan oleh militer gabungan Malaysia dan Filipina. PM Najib juga menekankan, sama sekali tidak ada uang tebusan yang dibayarkan kepada penculik kedua wanita tersebut agar mereka dibebaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PM Najib juga menyatakan, Malaysia akan membantu Gao untuk bisa kembali ke negaranya dan berkumpul kembali dengan keluarganya. Kini, PM Najib tengah berada di China dalam rangka kunjungan kenegaraan selama 5 hari untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.
Sementara itu, seorang warga negara China lainnya, yakni seorang manajer tambak ikan yang berusia 34 tahun, juga diculik sekelompok pria bersenjata di lokasi yang sama, awal bulan ini.
Secara terpisah, militer Filipina meyakini bahwa militan Abu Sayyaf merupakan pelaku utama di balik penculikan Gao dan Dayawan. Kelompok militan asal Filipina ini memang kerap melakukan penculikan untuk meminta tebusan uang.
Kepala Pasukan Khusus Antipenculikan pada Militer Filipina, Agrimero Cruz memastikan bahwa tidak ada uang tebusan yang dibayarkan kepada pelaku penculikan dalam kasus ini. Cruz juga menuturkan kepada AFP, bahwa pemerintah Filipina berniat mengajukan dakwaan pidana terhadap para pelaku penculikan.
Ditambahkan oleh Cruz, otoritas setempat masih dalam negosiasi untuk mengamankan korban-korban penculikan lainnya. Diyakini militer Abu Sayyaf masih menyandera sejumlah warga asing maupun warga lokal di wilayah hutan yang ada di Filipina bagian selatan.
(nvc/nwk)










































