Tolak Berikan Nomor Telepon, Wanita di China Dipukuli Hingga Tewas

Tolak Berikan Nomor Telepon, Wanita di China Dipukuli Hingga Tewas

- detikNews
Sabtu, 31 Mei 2014 16:39 WIB
Tolak Berikan Nomor Telepon, Wanita di China Dipukuli Hingga Tewas
Ilustrasi
Beijing - Kepolisian China menangkap enam orang yang memukuli seorang wanita hingga tewas di sebuah restoran cepat saji. Wanita tersebut dipukuli hanya karena menolak memberikan nomor teleponnya kepada orang-orang tersebut.

Seperti dilaporkan kantor berita Xinhua dan dilansir AFP, Sabtu (31/5/2014), insiden ini berawal ketika korban terlibat pertengkaran dengan enam orang, termasuk salah satunya masih remaja, pada Rabu (28/5) di sebuah restoran cepat saji di kota Zhaoyuan, Provinsi Shangdong.

Namun keenam orang tersebut malah memukuli korban secara brutal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepolisian setempat juga menuding keenam orang tersebut terlibat kultus keagamaan yang dinyatakan sesat oleh otoritas China. Dilaporkan, keenam orang tersebut ingin merekrut wanita tersebut menjadi anggota kultus mereka. Namun wanita itu menolak dan terjadilah adu argumen yang berujung pemukulan.

Menurut kepolisian setempat, keenam orang tersebut merupakan anggota kultus Quannengshen atau yang berarti Gereja Allah yang Mahakuasa, yang merupakan kultus hari kiamat yang telah dinyatakan sesat oleh otoritas China pada pertengahan tahun 1990-an silam.

Dalam foto yang beredar luas di media sosial setempat, terlihat korban yang tergeletak dalam keadaan telungkup dengan berlumuran darah. Korban dinyatakan tewas setelah dilarikan ke rumah sakit setempat.

Keenam pelaku yang ditangkap terdiri atas seorang pria, kemudian dua anak perempuannya dan seorang anak laki-lakinya, serta dua wanita lainnya. Ada seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun yang juga ditangkap, namun dia akan ditangani secara terpisah karena masih di bawah umur.

(nvc/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini