Seperti dilaporkan kantor berita Xinhua dan dilansir AFP, Sabtu (31/5/2014), insiden ini berawal ketika korban terlibat pertengkaran dengan enam orang, termasuk salah satunya masih remaja, pada Rabu (28/5) di sebuah restoran cepat saji di kota Zhaoyuan, Provinsi Shangdong.
Namun keenam orang tersebut malah memukuli korban secara brutal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut kepolisian setempat, keenam orang tersebut merupakan anggota kultus Quannengshen atau yang berarti Gereja Allah yang Mahakuasa, yang merupakan kultus hari kiamat yang telah dinyatakan sesat oleh otoritas China pada pertengahan tahun 1990-an silam.
Dalam foto yang beredar luas di media sosial setempat, terlihat korban yang tergeletak dalam keadaan telungkup dengan berlumuran darah. Korban dinyatakan tewas setelah dilarikan ke rumah sakit setempat.
Keenam pelaku yang ditangkap terdiri atas seorang pria, kemudian dua anak perempuannya dan seorang anak laki-lakinya, serta dua wanita lainnya. Ada seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun yang juga ditangkap, namun dia akan ditangani secara terpisah karena masih di bawah umur.
(nvc/nwk)










































