Pertama Kali Warga AS Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri di Suriah

Pertama Kali Warga AS Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri di Suriah

- detikNews
Sabtu, 31 Mei 2014 11:55 WIB
Pertama Kali Warga AS Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri di Suriah
Ilustrasi
Washington - Otoritas Amerika Serikat memastikan satu warga negaranya terlibat dalam serangan bom bunuh diri di Suriah. Warga negara AS tersebut dilaporkan tumbuh besar di Florida, AS dan pergi ke Suriah pada tahun lalu untuk bergabung dengan kelompok militan garis keras di negara tersebut.

Konfirmasi ini disampaikan otoritas AS di tengah kekhawatiran 'banjirnya' warga asing ke Suriah. Sedangkan krisis politik yang berlangsung selama 3 tahun dan telah menewaskan 162 ribu orang tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

"Warga negara Amerika yang terlibat dalam bom bunuh diri di Suriah, diyakini sebagai Moner Mohammad Abu-Salha," terang juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (31/5/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Psaki, Abu-Salha diyakini berada di balik serangan bom bunuh diri dengan menggunakan truk yang melanda Provinsi Idlib, Suriah pada Minggu (25/5) lalu. Serangan tersebut menewaskan Abu-Salha. Di Suriah, Abu-Salha menggunakan nama alias Abu Hurayra Al-Amriki. Abu Hurayra merupakan nama sahabat Nabi Muhammad, sedangkan 'Al-Amriki' dalam bahasa Arab berarti 'Amerika'.

Psaki meyakini bahwa ini merupakan yang pertama kalinya serangan bom bunuh diri dilakukan oleh seorang warga AS di Suriah semenjak konflik pecah pada 2011 lalu. Diperkirakan ada 9 ribu hingga 11 ribu warga asing yang masuk ke Suriah untuk bergabung dengan militan setempat melawan rezim pemerintah, dalam jangka waktu 3 tahun terakhir. Namun Psaki mengaku tak mengetahui pasti ada berapa warga AS di antara warga asing yang masuk ke Suriah.

Tapi media AS, New York Times melaporkan, sekitar 100 warga AS diyakini telah pergi ke Suriah dan sebagian besar diyakini bergabung dengan militan setempat yang melawan rezim presiden Bashar al-Assad.

Sementara itu, keterangan rinci soal warga AS yang menjadi pelaku bom bunuh diri ini muncul di media. New York Times menyebutkan bahwa warga AS ini bergabung dengan militan Al-Nusra Front, yang jelas-jelas telah dinyatakan AS sebagai organisasi terorisme.

Mengutip sumber dari kalangan penegak hukum AS, New York Times menyebutkan pria AS tersebut masih berusia 20-an tahun. Dia merupakan keturunan Timur Tengah namun sejak kecil tinggal dan dibesarkan di Florida, AS. Dia juga diyakini menghabiskan waktu selama 2 bulan di kamp pelatihan militan di Aleppo.

Nama Abu-Salha muncul dari keterangan saksi mata serta keterangan keluarga. Menurut pejabat AS yang dikutip New York Times, jasad Abu-Salha mungkin tidak akan pernah diidentifikasi dengan baik mengingat ledakan dahsyat yang menewaskannya.

Namun seorang pejuang Suriah dari Al-Nusra Front memberikan keterangan kepada New York Times soal Abu-Salha. Dia menyebut Abu-Salha sebagai pria keturunan Arab-Amerika yang tidak lancar berbahasa Arab, namun sangat berdedikasi untuk berjihad.

"Dia sangat dermawan, berani, tangguh, selalu berada di garis depan dalam pertempuran. Ketika gilirannya tiba (untuk melakukan bom bunuh diri), dia sangat senang, karena dia akan bertemu dengan Tuhannya setelah itu," terang pejuang Suriah yang menyebut dirinya Abu Abdulrahman kepada New York Times via Facebook.

(nvc/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads