Wanita bernama Farzana Parveen tersebut tewas di luar gedung Pengadilan Tinggi di kota Lahore, Pakistan timur pada Selasa, 27 Mei lalu. Wanita itu dibunuh dengan dilempari batu oleh lebih dari 20 orang, termasuk beberapa anggota keluarganya. Gara-garanya, korban menikah dengan pria yang bukan pilihan keluarganya.
Pembunuhan brutal secara beramai-ramai di siang hari bolong itu telah memicu kemarahan seluruh dunia. Polisi dilaporkan berada di lokasi saat kejadian, namun mereka tidak melakukan apapun untuk menghentikan pembantaian itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim penyelidik khusus yang dibentuk oleh kepolisian atas perintah kepala menteri, telah menangkap empat orang lagi termasuk seorang paman dan dua sepupu wanita yang dibunuh itu dan seorang sopir pada Kamis malam," tutur pejabat kepolisian senior Zulfiqar Hameed seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (30/5/2014).
Dengan demikian berarti sejauh ini, lima orang telah ditahan terkait pembantaian itu. Sebelumnya, ayah korban langsung ditahan di lokasi kejadian.
Shahbaz Sharif juga telah memerintahkan polisi untuk segera menahan mereka semua yang terlibat dalam pembantaian itu. Mahkamah Agung Pakistan pun telah meminta agar laporan kepolisian atas insiden ini diserahkan dalam waktu 48 jam.
(ita/ita)










































