Tepat seperti prediksi, mantan panglima militer Mesir Abdel Fattah al-Sisi meraup suara mayoritas dalam pemilu yang digelar awal minggu ini. Hasil penghitungan exit polls menunjukkan al-Sisi meraih 95,3 persen suara.
Menurut data exit polls dari Egyptian Center for Public Opinion Research dan televisi Mesir, MBC Masr, al-Sisi meraih kemenangan mutlak dengan meraih 95,3 persen suara. Sedangkan lawannya, Hamdeen Sabbahi hanya mendapat 4,7 persen suara saja.
Kantor berita Ahram Online melaporkan perolehan suara yang sedikit berbeda meskipun al-Sisi masih mendominasi. Menurut kantor berita pemerintah tersebut, Sabbahi hanya meraih 3,5 persen suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sabbahi yang merupakan satu-satunya lawan al-Sisi ini telah mengakui kekalahannya dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (29/5) kemarin. "Ini saatnya untuk menghormati pilihan rakyat dan mengakui kekalahan saya," ucap Sabbahi.
Meski menerima hasil sementara, namun Sabbahi tidak mengakui proses pemungutan suara yang menurutnya sarat kekerasan. Sabbahi mengklaim ada perwakilan pihaknya yang diserang dan ditahan saat melakukan kampanye, sedangkan perwakilan al-Sisi diperbolehkan masuk hingga ke dalam tempat pemungutan suara.
Sabbahi juga menuding adanya pemalsuan dalam proses pemungutan suara. "Kami tidak bisa memberikan kredibilitas atau pengesahan apapun pada jumlah pemilih atau hasil yang diumumkan. Hasil yang diumumkan merupakan penghinaan bagi kecerdasan rakyat Mesir," ucapnya seperti dikutip Ahram Online.
(nvc/ita)











































