Otoritas Malaysia pada Selasa, 27 Mei merilis kumpulan data komunikasi setebal 47 halaman dari pesawat MH370 yang direkam oleh operator satelit Inggris, Inmarsat. Informasi tersebut telah diminta oleh para anggota keluarga korban MH370 dan pakar-pakar independen agar dirilis ke publik.
Permintaan ini didorong rasa frustrasi, karena meski telah dilakukan pencarian secara masiv di perairan Samudera Hindia, belum ada satu pun serpihan MH370 yang ditemukan.
Menurut Michael Exner, insinyur satelit di Amerika Serikat dan salah satu pakar independen terkemuka yang akan menganalisa data satelit tersebut, Malaysia gagal memberikan detail pendukung yang krusial dalam merilis data Inmarsat.
"Ada sedikit informasi baru yang mungkin membantu kami. Namun ada banyak bagian metadata yang hilang," tuturnya kepada kantor berita AFP, Rabu (28/5/2014).
"Mereka tidak transparan," imbuhnya. "Dengan begitu mustahil untuk menarik kesimpulan apapun. Mengapa mereka tidak merilis semuanya? Mengapa mereka menyembunyikan begitu banyak,?" tandasnya.
Hal senada disampaikan Steve Wang, juru bicara kelompok pendukung keluarga penumpang asal China, yang menuding otoritas Malaysia menahan data.
"Kami menginginkan laporan lengkap yang merilis semua informasi mengenai bagaimana terbentuknya teori di balik posisi pesawat, sehingga kami bisa mengundang pakar-pakar untuk memberikan opini independen mereka," ujar Wang.
(ita/ita)











































