Korban dari konflik pro Rusia dan Ukraina terus bertambah. Diperkirakan lebih dari 50 orang tewas dalam serangan yang memasuki hari kedua setelah presiden Ukraina yang baru terpilih dan puluhan orang luka-luka akibat konflik tersebut.
Seperti yang dikutip dari reuters, Rabu (28/5/2014), setidaknya ada 20 jasad berseragam tempur di kamar mayat kota Donetsk, Ukraina. Beberapa diantaranya sudah tak utuh badannya dinilai sebagai tanda pemerintah telah menanggung pertempuran yang sangat berat dengan pemberontak untuk pertama kalinya.
"Dari pihak kami sudah lebih dari 30 (yang meninggal)," kata pemberontak Rusia, Alexanander Borodai yang ditemui reuters di rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Rusia, Putin meminta agar serangan ini segera dihentikan. Pihaknya menyatakan kunjungan Poroshenko tidak dipertimbangkan meski sudah menyatakan pihaknya siap bekerja dengan Poroshenko.
Sampai saat ini pasukan Ukraina sebagian besar sudah menghindari serangan langsung dengan pihak pemberontak. Sebagian karena mereka takut ribuan tentara Rusia yang berkumpul di perbatasan akan menyerang.
(bil/mpr)











































