Seperti yang dikutip dari reuters, Rabu (28/5/2014), setidaknya ada 20 jasad berseragam tempur di kamar mayat kota Donetsk, Ukraina. Beberapa diantaranya sudah tak utuh badannya dinilai sebagai tanda pemerintah telah menanggung pertempuran yang sangat berat dengan pemberontak untuk pertama kalinya.
"Dari pihak kami sudah lebih dari 30 (yang meninggal)," kata pemberontak Rusia, Alexanander Borodai yang ditemui reuters di rumah sakit.
Pemerintah Ukraina menyatakan tidak menderita kerugian dalam serangan-serangan ini. Dimulai dengan serangan udara jam setelah Ukraina memilih milyarder Porosheno (48) sebagai presiden mereka.
Presiden Rusia, Putin meminta agar serangan ini segera dihentikan. Pihaknya menyatakan kunjungan Poroshenko tidak dipertimbangkan meski sudah menyatakan pihaknya siap bekerja dengan Poroshenko.
Sampai saat ini pasukan Ukraina sebagian besar sudah menghindari serangan langsung dengan pihak pemberontak. Sebagian karena mereka takut ribuan tentara Rusia yang berkumpul di perbatasan akan menyerang.
(bil/mpr)











































