Militer Thailand menahan seorang mantan menteri kabinet saat tengah berbicara pada wartawan yang mengerumuninya. Di depan para jurnalis, dia pun digiring pergi oleh para tentara. Dramatis!
Chaturon Chaisang menjabat sebagai menteri pendidikan dalam pemerintahan yang digulingkan militer pekan lalu. Seperti diberitakan AFP, Selasa (27/5/2014), dia diamankan dari gedung klub pers Foreign Correspondents' Club of Thailand di Bangkok hari ini di depan puluhan jurnalis.
Politikus veteran itu termasuk di antara para pejabat yang diperintahkan untuk melapor ke militer usai kudeta yang terjadi pada Kamis, 22 Mei lalu. Namun Chaturon menolak datang untuk melapor ke militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kudeta bukan solusi untk masalah-samalah konflik di Thailand," ujarnya kepada para jurnalis. Menurutnya, melapor ke junta militer merupakan hal yang bertentangan dengan hati nuraninya.
Saat itulah, Chaturon diamankan oleh lima tentara berseragam militer dan beberapa petugas tak berseragam lainnya. Sementara para wartawan hanya bisa terpana menyaksikan pemandangan tersebut.
Saat mengumumkan kudeta militer pada Kamis (22/5) kemarin, panglima militer Thailand, Jenderal Prayuth Chan-O-Cha meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Menurut Prayuth, kudeta ini demi mengembalikan kondisi Thailand normal seperti semula.
Dengan adanya kudeta militer, ada sejumlah ketentuan berbeda yang diterapkan militer di Thailand. Selain membubarkan demonstran, militer juga melakukan sensor pada media massa, di mana seluruh televisi dilarang beroperasi seperti biasa dan hanya diperbolehkan menyiarkan material militer.
Kemudian militer juga memberlakukan jam malam, yakni mulai pukul 22.00 hingga pukul 05.00 waktu setempat. Transportasi publik mulai beroperasi setelah jam malam, kondisi lalu lintas cenderung sepi. Mobil-mobil yang melintas harus menjalani pemeriksaan militer.
(ita/ita)











































