"Dua warga sipil dan 38 peserta pertempuran tewas dalam operasi antiteror," Walikota Donetsk, Oleksandr Lukyanchenko kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (27/5/2014).
Diimbuhkannya, sejumlah rumah sakit setempat saat ini tengah merawat 31 korban luka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertempuran ganas ini terjadi saat para separatis pro-Rusia bergerak untuk menguasai bandara Donetsk. Pasukan pemerintah pun melawan para pemberontak dengan menggunakan jet-jet tempur dan helikopter.
Pertempuran ini terjadi setelah miliarder Petro Poroshenko mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden Ukraina yang digelar Minggu, 25 Mei. Poroshenko berjanji tak akan membiarkan para separatis mengubah Ukraina timur menjadi Somalia. Meski menyatakan akan terus melakukan operasi militer terhadap para teroris tersebut, namun Poroshenko akan membuat operasi tersebut lebih efisien sehingga tidak berlarut-larut.
(ita/ita)











































