Korsel pun memprotes dan mengatakan Pyongyang tidak boleh melakukan uji coba nuklir. “Kegiatan Korea Utara bertentangan dengan sanksi PBB dan menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea,” kata Menteri Luar Negeri Korsel Yun Byung-se seperti dikutip dari Reuters, Selasa (27/5/2014)
Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu Menlu Korsel Yun Byung-se dan membahas program nuklir Korut tersebut, Senin (26/5/2014) kemarin. Menurut Yun, kedua negara juga sudah setuju untuk meningkatkan kerjasama untuk menentang uji coba nuklir tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perundingan itu yakni kesepakatan yang sempat dibuat tahun 2005. Isinya, negara mitra sepakat untuk memberikan bantuan ekonomi ke Korut jika program nuklir dihentikan. Tetapi, pada 2008, kesepakatan itu dinyatakan batal oleh AS dan Korut. Sejak saat itu, Korea Utara lantas terus mengirimkan ancaman untuk hancurkan AS dan Korsel dengan program nuklirnya.
(ros/fjp)











































