"Untuk mengembalikan perdamaian dan ketertiban di negara ini dan demi persatuan, Raja menunjuk Jenderal Prayuth Chan-O-Cha sebagai kepala Dewan Perdamaian dan Ketertiban Nasional untuk mejalankan pemerintahan negara ini," demikian bunyi perintah kerajaan Thailand seperti dilansir AFP, Senin (26/5/2014).
Disebutkan juga bahwa Jenderal Prayuth telah memperingatkan kepada Kerajaan Thailand bahwa aksi kekerasan di Bangkok dan sejumlah wilayah lainnya semakin meluas dan bisa membahayakan keamanan nasional negara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya memberikan sumpah saya bahwa saya akan menjalankan tugas saya dengan penuh kejujuran," ucap Jenderal Prayuth kepada wartawan.
"Kita berharap bahwa masalah-masalah yang ada akan segera selesai sehingga kita bisa segera kembali kepada sistem demokrasi yang benar," imbuhnya.
Kerajaan Thailand dipimpin oleh Raja Bhumibol Aduyadej yang sangat dihormati oleh seluruh rakyat Thailand, meskipun kondisinya tidak lagi sehat. Upacara seperti ini merupakan formalitas penting di negara tersebut karena kerajaan merupakan institusi paling penting di Thailand.
Restu dari Raja Bhumibol telah secara tradisi menjadi langkah penting dalam melegitimasi kudeta militer yang terjadi di Thailand, yang sejauh ini sudah terjadi sekitar 19 kali sejak tahun 1932 silam.
Namun demikian, diyakini bahwa Raja Bhumibol tidak akan hadir secara langsung dalam upacara yang digelar secara tertutup tersebut. Pada tahun 2009 hingga tahun 2013, Raja Bhumibol harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Hingga kini, belum ada komentar resmi dari Raja Bhumibol terkait kudeta militer tersebut.
(nvc/mad)











































