Dengan menumpang puluhan sepeda motor, pria-pria bersenjata tersebut menyerbu desa Kamuya di Borno, sesaat setelah matahari terbit pada Minggu (25/5). Di saat yang sama, banyak warga setempat yang berangkat ke pasar.
Pria-pria bersenjata tersebut melepas tembakan ke arah warga setempat. Serangan ini menunjukkan bagaimana Boko Haram bisa melakukan serangan dengan seenaknya sendiri dan memanfaatkan celah keamanan di Nigeria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka menewaskan 24 orang dan kabur ke semak-semak. Kami sangat yakin mereka adalah Boko Haram," imbuhnya.
Warga yang ketakutan menyelamatkan diri ke desa tetangga karena takut ada serangan susulan. "Pria bersenjata tersebut mengatakan, mereka akan kembali untuk melakukan serangan lainnya dan kami merasa kami harus pergi untuk menyelamatkan nyawa kami," ucap seorang warga lainnya, Dauda Ibrahim.
Situasi darurat telah ditetapkan di wilayah Borno dan dua wilayah yang berdekatan di wilayah Nigeria bagian timur laut, sejak Mei 2013 lalu. Penetapan ini terkait dengan serangan Boko Haram yang semakin marak di wilayah tersebut.
Pada beberapa minggu terakhir, aktivitas terorisme di wilayah Borno semakin meluas. Mereka menyerbu desa-desa setempat dan menjarah persediaan makanan warga, bahkan hingga membunuh warga dan membakar rumah mereka. Pada Rabu (21/5) lalu, kelompok militan ini menyerbu empat desa di dua distrik Borno dan menewaskan 34 orang. Sedangkan dalam tiga serangan terpisah yang terjadi berturut-turut pada Senin (19/5), Selasa (20/5) dan Rabu (21/5) lalu, juga di wilayah Borno menewaskan lebih dari 50 orang.
Boko Haram menjadi perhatian dunia karena menculik lebih dari 200 pelajar putri dari Chibok, Borno. Hingga kini, ratusan siswi tersebut masih disandera oleh Boko Haram tanpa diketahui keberadaannya.
(nvc/ita)











































