Hal itu disampaikan Assad dalam pertemuan di Damaskus, Suriah dengan delegasi Rusia yang dipimpin Wakil Perdana Menteri Dimitry Rogozin.
"Presiden menyampaikan apresiasinya atas posisi Rusia yang mendukung rakyat Suriah dalam perang mereka melawan terorisme," demikian disampaikan kantor berita resmi Suriah, SANA seperti dilansir AFP, Sabtu (24/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Assad pun menekankan "pentingnya Rusia dalam mempertahankan stabilitas global dalam menghadapi Barat, yang mencoba menerapkan hegemoninya di wilayah tersebut."
Pertemuan Assad dan delegasi Rusia itu terjadi setelah Rusia memveto draf resolusi PBB, yang akan membawa kasus pelanggaran-pelanggaran di Suriah ke Mahkamah Kejahatan Internasional atau ICC.
Pemerintah Rusia telah mendukung Suriah secara finansial, politik dan militer sejak pergolakan pecah di negeri itu pada Maret 2011 silam. Lebih dari 160 ribu orang dilaporkan telah tewas selama konflik berkepanjangan itu. Bahkan nyaris separuh populasi Suriah terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka.
(ita/ita)











































