Pesawat Global Hawk tersebut hari ini didatangkan dari Guam ke Pangkalan Udara AS di Misawa, Jepang utara.
"Ini untuk mendukung misi intelijen, pengawasan dan pengintaian AS serta operasi kontingensi di seluruh wilayah Pasifik," demikian disampaikan Angkatan Udara AS seperti dilansir AFP, Sabtu (24/5/2014).
Pesawat pengintai tersebut direncanakan untuk beroperasi hingga Oktober mendatang. Menurut Angkatan Udara AS, pengerahan pesawat mata-mata tersebut sebagian bertujuan untuk memonitor topan yang kerap melanda Guam selama musim panas.
Namun menurut media lokal, pesawat mata-mata AS tersebut juga akan digunakan untuk memonitor Korea Utara dan China, di tengah meningkatnya ketegangan di Jepang terkait program nuklir Korut.
Pesawat tersebut dilengkapi dengan kemampuan komunikasi yang canggih. Global Hawk bisa terbang pada ketinggian 60 ribu kaki -- sekitar dua kali ketinggian pesawat penumpang komersil -- selama sekitar 30 jam secara autopilot.
(ita/ita)











































