Pemerintah Jepang, investor asing terbesar di Thailand, menyebut kudeta tersebut "disesalkan".
"Negara kami ingin menyerukan pemulihan segera sistem politik demokratis," tutur juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (23/5/2014).
Hal senada disampaikan pemerintah China. "China dan Thailand merupakan tetangga yang bersahabat. Kami berharap untuk melihat pulihnya ketertiban sosial yang normal secepat mungkin di Thailand," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei.
Sementara Departemen Pertahanan Amerika Serikat akan meninjau kembali kerja sama dengan Thailand menyusul kudeta militer ini. Menteri Luar Negeri AS John Kerry pun mengingatkan adanya implikasi negatif bagi hubungan AS-Thai atas kudeta militer ini.
"Meski kami menghargai persahabatan lama kami dengan rakyat Thai, tindakan ini akan memiliki implikasi negatif bagi hubungan AS-Thai, khususnya hubungan kami dengan militer Thai," tegas Kerry.
Australia pun sangat prihatin akan kudeta militer di Thailand. "Ini situasi yang rentan. Kami memonitor dengan seksama namun masyarakat perlu menaruh perhatian pada keamanan pribadi mereka dan rencana bepergian mereka," kata Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop kepada radio ABC.
Saat mengumumkan kudeta militer pada Kamis (22/5) kemarin, panglima militer Thailand, Jenderal Prayuth Chan-O-Cha meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Menurut Prayuth, kudeta ini demi mengembalikan kondisi Thailand normal seperti semula.
Dengan adanya kudeta militer, ada sejumlah ketentuan berbeda yang diterapkan militer di Thailand. Selain membubarkan demonstran, militer juga melakukan sensor pada media massa, di mana seluruh televisi dilarang beroperasi seperti biasa dan hanya diperbolehkan menyiarkan material militer.
Kemudian militer juga memberlakukan jam malam, yakni mulai pukul 22.00 hingga pukul 05.00 waktu setempat. Transportasi publik mulai beroperasi setelah jam malam, kondisi lalu lintas cenderung sepi. Mobil-mobil yang melintas harus menjalani pemeriksaan militer.
Namun demikian, kondisi Bangkok pagi ini dilaporkan tenang dan aktivitas berjalan normal seperti biasa. Meskipun militer telah memerintahkan seluruh sekolah dan universitas untuk tutup sementara.
(ita/ita)











































