Tak Pengaruhi Aktivitas, Warga Bangkok Sambut Baik Kudeta Militer

Tak Pengaruhi Aktivitas, Warga Bangkok Sambut Baik Kudeta Militer

- detikNews
Jumat, 23 Mei 2014 14:45 WIB
Tak Pengaruhi Aktivitas, Warga Bangkok Sambut Baik Kudeta Militer
Reuters
Bangkok - Meskipun ada kudeta militer, aktivitas dan situasi di ibukota Bangkok tetap seperti biasa. Setelah jam malam berakhir, warga kota Bangkok melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja seperti biasa.

Seperti dilansir AFP, Jumat (23/5/2014), setelah jam malam berakhir pada pukul 05.00 pagi ini, warga mulai menunjukkan aktivitasnya. Ada yang berangkat bekerja, bahkan mereka sempat berhenti di kios makanan kaki lima untuk membeli sarapan.

Aktivitas tetap sama sebelum ada kudeta militer maupun darurat militer di Thailand. Yang sedikit berbeda dengan kudeta pada tahun 2006 lalu, adalah tidak ada tank di tengah jalan, melainkan hanya sejumlah tentara yang disiagakan mengawal gedung dan fasilitas penting.

Dampak langsung dari kudeta militer ini dirasakan oleh politikus senior di Thailand yang diminta melapor ke militer. Namun tidak begitu dirasakan oleh masyarakat pada umumnya. Bahkan publik mengaku merasa aman dengan adanya militer yang menjaga mereka.

Mungkin hanya penetapan jam malam dan sensor media yang membuat warga sedikit jenuh dan bosan. Mereka harus tetap tinggal di rumah masing-masing, namun tidak ada hiburan di televisi yang bisa ditonton.

Salah satunya, Thanakan Chalaemprasead yang merupakan warga Bangkok berusia 21 tahun yang berprofesi sebagai montir. Thanakan mengeluh karena tidak bisa lagi menonton acara televisi favoritnya dan kesulitan mencari makanan di malam hari, ketika jam malam diberlakukan mulai pukul 22.00 waktu setempat.

"Saya kelaparan... tapi saya hanya punya mie instan di rumah. Tidak ada yang bisa ditonton di televisi... jika militer ingin kami tinggal di rumah, mereka seharusnya membiarkan kami menonton sesuatu," ucapnya.

Pasca kudeta militer diumumkan, televisi dan radio di Thailand hanya boleh menyiarkan material militer dan memperdengarkan lagu-lagu patriotik.

"Awalnya, saya pikir kudeta ini ide yang buruk. Tapi sekarang, saya pikir ini bisa menjadi baik karena mereka malah menghentikan pertempuran," ucap warga Bangkok lainnya, Vichit Kriyasaun (27) kepada AFP.

Situasi di malam hari memang sedikit mencekam. Kota Bangkok yang biasanya tetap 'hidup' selama 24 jam, kini nyaris seperti kota hantu. Wisatawan yang tengah berkunjung terpaksa menghabiskan waktu di dalam hotel, karena larangan keluar di malam hari.

Kudeta militer ini sempat memicu kekhawatiran warga Thailand karena mengingatkan pada kudeta penggulingan Thaksin Shinawatra pada tahun 2006 lalu. Namun kali ini, tidak sedikit warga setempat yang bersyukur dengan adanya pengumuman kudeta oleh militer, karena mereka tidak tahan dengan krisis politik yang terus berlangsung selama 7 bulan terkakhir dan telah menewaskan 28 orang serta melukai ratusan orang lainnya.


(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads