Pihak militer Thai menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (23/5/2014), sebanyak 155 figur terkemuka, termasuk para pemimpin pemerintahan dilarang pergi ke luar negeri tanpa izin. Ini termasuk mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dan beberapa kerabatnya.
Junta militer yang dipimpin oleh panglima militer Jenderal Prayut Chan-O-Cha telah membekukan sebagian konstitusi menyusul kudeta militer yang diumumkannya.
Dalam pernyataannya, Jenderal Prayuth Chan-O-Cha meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Menurut Prayuth, kudeta ini demi mengembalikan kondisi Thailand normal seperti semula.
Dengan adanya kudeta militer, ada sejumlah ketentuan berbeda yang diterapkan militer di Thailand. Selain membubarkan demonstran, militer juga melakukan sensor pada media massa, di mana seluruh televisi dilarang beroperasi seperti biasa dan hanya diperbolehkan menyiarkan material militer.
Kemudian militer juga memberlakukan jam malam, yakni mulai pukul 22.00 hingga pukul 05.00 waktu setempat. Transportasi publik mulai beroperasi setelah jam malam, kondisi lalu lintas cenderung sepi. Mobil-mobil yang melintas harus menjalani pemeriksaan militer.
Namun demikian, kondisi Bangkok, pagi ini dilaporkan tenang dan aktivitas berjalan normal seperti biasa. Meskipun militer telah memerintahkan seluruh sekolah dan universitas untuk tutup sementara.
(ita/ita)











































