Pekan ini, AS mengerahkan 80 personel militernya ke wilayah Chad yang merupakan negara tetangga Nigeria, untuk menjalankan misi intelijen dan pengintaian. AS juga mengerahkan pesawat tak berawak, pesawat pengintai dan juga mengirimkan sekitar 30 orang yang tergabung dalam tim ahli militer untuk membantu tentara Nigeria.
Hal ini membuat AS menjadi negara asing yang melakukan partisipasi terbesar dalam pemberantasan Boko Haram di Nigeria dan sekitarnya. "Boko Haram, Nigeria, dan hanya AS yang menawarkan bantuan untuk membantu gadis-gadis muda tersebut," ucap Menlu Kerry seperti dilansir AFP, Jumat(23/5/2014).
"Negara lain, tidak hanya apakah mereka tidak diundang, tapi mereka juga tidak memberi tawaran," imbuhnya.
Kerry menyampaikan hal ini dalam makan malam bersama di kantor Departemen Luar Negeri AS, untuk memperingati 90 tahun korps diplomatik AS.
Entah mengapa Kerry mengatakan hanya AS yang membantu Nigeria. Padahal Inggris, Prancis dan Israel juga telah mengirimkan para ahli mereka ke Nigeria untuk membantu strategi pencarian korban penculikan. Sedangkan China juga dilaporkan menawarkan bantuan kepada Nigeria.
PBB telah memasukkan Boko Haram dalam daftar organisasi teroris terkait Al-Qaeda. Dengan demikian, Boko Haram menghadapi sanksi PBB, mulai dari embargo senjata hingga pembekuan aset.
(nvc/ita)










































