"Sayangnya, kami tak bisa menyelamatkan Ugur Kurt," kata Gubernur Istanbul, Huseyin Avni Mutlu lewat akun Twitter miliknya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (23/5/2014).
Pria berumur 30 tahun itu meninggal setelah beberapa jam dirawat di rumah sakit.
Dikatakan Wakil Perdana Menteri Bulent Arinc, korban tengah mengikuti seremoni pemakaman ketika polisi melancarkan aksi untuk membubarkan sekitar 50 demonstran yang berkumpul di distrik Okmeydani. Korban terkena peluru nyasar yang dilepaskan oleh seorang polisi saat bentrokan dengan para demonstran.
"Jika salah satu warga kita, yang tidak terkait dengan peristiwa (demo), terluka akibat peluru nyasar yang ditembakkan polisi, saya ingin melihat siapapun yang terlibat dalam insiden ini segera diadili," tegas Arinc.
Kerusuhan tersebut terjadi ketika polisi melepaskan gas air mata dan peluru timah panas untuk membubarkan para demonstran. Para demonstran tersebut berunjuk rasa memprotes kematian seorang remaja putra yang sempat jatuh koma usai kerusuhan antipemerintah tahun 2013 lalu.
(ita/ita)











































